Diskusi Literasi, Ancang-Ancang Pertama

WhatsApp Image 2020-03-07 at 09.57.55 WhatsApp Image 2020-03-07 at 09.57.54

Jumat, 05 Maret 2020 Himpunan Mahasiswa Jurusan Tadris bahsasa Indonesia (HMJ TBIN)  menyelenggarakan agenda Diskusi Literasi (Diksi) pertamanya. Acara yang digelar setiap minggu ini dilaksanakan di Gedung Stasiun lantai dua ini dihadiri mahasiswa TBIN dari seluruh angkatan. Acara ini menghadirkan pemateri  Muhammad Safi’i, S.Pd. yang merupakan alumni dari jurusan Tadris Bahasa Indonesia.

Diksi kali ini menarik, HMJ TBIN membedah buku kontroversial yakni novel Saman karya Ayu Utami. Novel yang mendobrak hal-hal tabu dalam dunia sastra. Mahasiswa TBIN begitu antusias dalam mengikuti acara bedah buku tersebut.

Acaranya Bagus,sebenarnya dari HMJ TBIN dulu sudah ada, tetapi tidak bedah  buku seperti ini, saya menggaris bawahi mungkin acara ini lebih baik apabila diadakan satu bulan sekali atau satu minggu sekali. Itu sangat bagus, agar mahasiswa khususnya TBIN  tahu novel-novel  di Indonesia itu seperti apa. Di dalam novel  tersebut dapat dipelajarari terciptanya, tertulisnya, kemudian dapat mengetahui sejarah-sejarah pada tahun tersebut, dan yang terpenting untuk membuka pikiran mahasiswa TBIN itu sendiri”, ujar Muhammad Safi’i.

Selain dari cerita novel yang menarik, pemateri juga kompeten di dalam penyampaian materi saat diskusi. Hal ini seperti yang di utarakan oleh Rizkia Meriko Satriawan  selaku peserta sekaligus mahasiswa TBIN.

Mas Safi’i dalam menyampaikan materi dari novel Saman yang dikarang oleh Ayu Utami sangatlah bagus dan sangat jelas. Sebagai orang awam, saya sangat mudah memahaminya”, ujar Rizkia Meriko Satriawan mahasiswa TBIN.

Acara ini diselenggarakan guna menggali lebih dalam makna dari novel saman. Seperti yang diungkapkan pemateri, bahwa novel saman ini mengandung kritik feminisme dan kritik pemerintahan yang di pimpin oleh Soeharto.

“Bedah buku ini dirasa penting, karena buku ini mengandung banyak hal yang bisa diambil pelajaran. Baik pengajaran hidup maupun menjadi manusia. Terutama menjadi seorang perempuan.jelas Nuril Hidayah selaku Ketua Umum HMJ TBIN.

WhatsApp Image 2020-03-07 at 09.57.55 (1)

Acara bedah buku ini sengaja diadakan di dalam kelas, agar suasana diskusi menjadi kondusif dan meminimalisir adanya gangguan yang menghambat kelancaran berdiskusi. Budaya diskusi ini harus senantiasa dilaksanakan guna menumbuhkan ketertarikan mahasiswa TBIN khusunya dalam dunia sastra.

Imam ghozali menjelaskan jika kalian bukan Ulama besar, bukan anak dari Imam besar, bukan anak dari Raja, Maka  menulislah. Jadi karya itu sangat bagus, apalagi TBIN itu kan terjunnya di bidang sastra dan pendidikan, apalagi kalau penulisan yang pasti sudah biasalah ya. Jadi kalau bisa menulis apalagi ini saya sudah menulis sama mas Harun demisioner HMJ TBIN 2016-2017, alhamdulillah punya sebuah novel. Kalau bisa dari adek-adek mahasiswa ini bisa menciptakan karya, meskipun itu sebatas antologi puisi atau cerpen itu ada karena supaya kalian tidak tertelan zaman. Selagi jadi mahasiswa maksimalkan, karena sebuah penyesalan selalu datang di akhir”. Penutup dan motivasi dari mas Safi’i. (*)